MANDALIKA
Mandalika adalah kawasan wisata seluas 20.035 hektar yang berlokasi di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Sejak tahun
2017, Mandalika sudah diresmikan sebagai
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata yang direncanakan
dapat menjadi kawasan wisata.
Nama Mandalika berasal dari nama seorang putri dalam cerita rakyat yang terkait dengan perayaan
Nyale di Lombok. Kawasan Mandalika terletak di Kuta, Pujut, Lombok Tengah. Sejak tahun 2017, Mandalika
sudah diresmikan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata yang direncanakan dapat menjadi kawasan
wisata.
Sejarah terbentuknya Mandalika:
Awalnya direncanakan sebagai proyek investasi oleh Emaar
Properties dari Uni Emirat
Arab dengan penandatanganan nota kesepahaman
pada 19 Maret 2008. Rencana tersebut kemudian dibatalkan dengan terjadinya resesi ekonomi dunia tahun
2008. Pengajuan wilayah di Kuta sebagai suatu kawasan ekonomi khusus (KEK) kemudian dilakukan oleh pemerintah Provinsi
Nusa Tenggara Barat (NTB) dan
pemerintah Kabupaten Lombok
Tengah pada tahun 2011 yang
dalam prosesnya dibantu oleh pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Menko
Perekonomian Hatta Rajasa.
Pengajuan ini merupakan respon atas inisiatif
pemerintah pusat terkait pembangunan pariwisata di NTB pada 22 Juli 2011. SBY menyatakan bahwa pembangunan
ini
disesuaikan dengan
Master
Plan
Percepatan dan
Perluasan
Pembangunan
Ekonomi Indonesia (MP3EI). Pembangunan Mandalika dicanangkan dengan anggaran awal sebesar Rp27 triliun yang mulai dikerjakan setidaknya pada tahun 2011. Sebuah upacara groundbreaking
kemudian dilakukan pada 21 Oktober 2011 bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa mitra kontraktor di antaranya seperti Bali Tourism & Development Corporation (BTDC), Global Land Development, dan Canvas Development dari Rajawali Property Group. Hatta Rajasa menyebutkan bahwa pembangunan Mandalika akan meningkatkan pendapatan
daerah serta
memberdayakan tenaga kerja lokal. Pada 1 Agustus 2018, Otoritas Investasi Qatar
menandatangani perjanjian
investasi pengembangan Mandalika sebesar Rp7,2
triliun.
Rekomendasi tempat wisata sekitar Mandalika:
- Warung Buana, Jalan Raya Senggigi, Senggigi, Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat
- Cheap
Zone,
Jalan
Pariwisata
Pantai
Kuta
–
Mandalika,
Kuta,Pujut, Kabupaten
Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat
- RM Mandalika, Jalan Kuta Lombok, Sengkol, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat
DANAU TOBA
Danau Toba adalah danau alami berukuran besar di Indonesia yang berada di kaldera Gunung Supervulkan.
Danau ini memiliki panjang 100 kilometer (62 mil), lebar 30 kilometer
(19 mi), dan kedalaman
505 meter (1.657 ft). Danau ini terletak
di tengah
pulau Sumatra bagian
utara
dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter (2.953 ft). Danau ini membentang dari 2.88°N
98.52°E sampai 2.35°N
99.1°E. Ini adalah danau terbesar di Indonesia dan danau vulkanik terbesar
di dunia. Danau Toba adalah lokasi letusan gunung
berapi super masif
berkekuatan VEI 8 sekitar
69.000 sampai 77.000
tahun yang lalu yang memicu perubahan iklim global. Metode penanggalan
terkini menetapkan bahwa 74.000 tahun yang lalu lebih akurat. Letusan ini merupakan letusan eksplosif terbesar di Bumi dalam kurun 25 juta tahun terakhir. Menurut teori bencana Toba, letusan
ini berdampak besar bagi
populasi
manusia di seluruh
dunia; dampak letusan menewaskan
sebagian besar manusia yang hidup waktu itu dan diyakini menyebabkan penyusutan populasi di Afrika timur
tengah
dan India sehingga memengaruhi genetika populasi manusia di seluruh
dunia sampai sekarang.
Ada juga tempat wisata yang terkenal yaitu wisata air rangat tepatnya di bawah kaki
gunung
pusuk buhit, air rangat itu adalah
air
hangat yang berasal dari gunung yang meletus dan
Pusuk Buhit sendiri adalah sebuah gunung aktif yang sangat
disakralkan oleh etnis Batak sehingga beragam cerita mistis pun terdapat di gunung ini. Gunung
ini
terletak di Pulau
Samosir, dan
merupakan puncak tertinggi dari semua dataran tinggi di Pulau Samosir. Dengan ketinggian sekitar
1.077 meter dari Danau Toba, gunung ini terlihat berdiri dengan gagahnya. Sehingga apabila Anda
sedang berada di sekitar
perairan Danau
Toba,
maka
Gunung Pusuk Buhit ini akan
terlihat sangat jelas sekali dengan puncaknya yang berwarna hijau dengan kombinasi warna abu-abu dan ditutupi oleh awan
di sekitarnya. Lalu ketika kita berenang di air rangat itu tidak membayar uang masuk, tinggal masuk saja tapi setelah kita selesai mandi atau selesai berenang
kita
diharuskan makan di
tempat permandian
air rangat.
Cara ke Danau Toba
Jalur Udara
Terdapat dua jalur yang
bisa dipilih. Pilihan pertama, dari Bandara Internasional Kualanamu,
Medan, bisa naik
pesawat menuju
Bandara Internasional Sisingamangaraja XII yang
terletak di Siborongborong, Tapanuli Utara. Kemudian, dari bandara ini, bisa
meneruskan
perjalanan
ke Danau Toba menggunakan jalur darat.
Pilihan kedua, bisa langsung memilih penerbangan ke Bandara Internasional Sisingamangaraja XII
dari
Jakarta atau dari beberapa kota besar
lainnya.
Jalur Darat
Jika menggunakan jalur darat dari Medan, Anda bisa menggunakan bus
jurusan Medan- Parapat yang
bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 4 jam. Namun, bila ingin melakukan perjalanan yang
lebih pribadi dan santai,
tersedia pula agen-agen perjalanan di kota Medan yang bisa membantu Anda untuk mengatur
penyewaan mobil dan supir ke Danau
Toba.
Anda juga bisa melanjutkan perjalanan
dari
Danau Toba ke Pulau Samosir. Pilihannya
adalah
naik kapal feri yang dijadwalkan berangkat setiap satu jam sekali di Pelabuhan Ajibata
menuju Pelabuhan Tomok. Atau, Anda juga bisa berangkat dari Pelabuhan Muara
ke Pelabuhan
Sipinggan yang jadwal keberangkatan kapalnya hanya dua kali sehari, yaitu jam 06.30 WIB dan
15.00 WIB. Akan
tetapi, jadwal ini dapat berubah sewaktu-waktu.
Rekomendasi Wisata Kuliner sekitar danau Toba:
- Naniura
Nainura adalah makanan khas suku Batak yang menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Berbeda dengan masakan lainnya, Nainura ini diolah tanpa menggunakan api. Hanya dimarinasi dengan berbagai bumbu olahan khas Batak berwarna kuning dan dibiarkan hingga
dagingnya lembut. Makanan ini juga dianggap
sehat karena tanpa menggunakan
bahan
pengawet. Dahulu, Nainura merupakan santapan para raja, namun kini sudah bisa dinikmati
oleh
semua kalangan.
- Na niarsik.
Na niarsik atau ikan arsik
adalah kuliner
khas
Toba yang bahan bakunya menggunakan
ikan dengan kaya akan bumbu dan rempah. Na niarsik berarti di-marsik-kan atau dikeringkan. Jadi
makanan ini dimasak lama hingga kering, sehingga bumbu dan rempah yang dicampur di bahan
baku yang menggunakan ikan itu meresap sempurna. Jika proses memasak benar, na niarsik dapat bertahan
dua
hari tanpa basi.
- Mi gomak.
Mi gomak atau
biasa dikenal sebagai spageti Batak. Dari tampilan jenis minya memang menggunakan mi khusus spageti. Namun, kuahnya dibuat berbeda menggunakan kuah santan.
Pada toppingnya terdapat taburan ikan teri, tahu
yang dipotong kecil kotak-kotak, dan
diberi telur bulat. Minya dimasak aldente, untuk rasa
kuahnya sendiri mirip dengan kuah lontong sayur yang
terdapat kacang panjang
dan
juga kacang polong. Tak perlu menggunakan sambal karena kuah dari mi gomak
ini sudah pedas.
- Manuk napinadar.
Dilihat dari bentuknya, napinadar
ini
seperti rendang khas Sumatera Barat. Bedanya,
napinadar
ini
menggunakan ayam kampung. Selain itu, cara memasaknya menggunakan darah.
Biasanya, makanan ini hadir saat di acara adat.
Bagi orang muslim yang
mau
mencicipi makanan ini, tak perlu khawatir karena bisa memesan tanpa menggunakan campuran darah, nantinya akan
diganti dengan
santan. Untuk rasanya sendiri pedas yang khas dari andaliman.
- Sasagun.
Sasagun merupakan camilan khas Batak. Sasagun ini menggunakan bahan dasar sagu yang
digongseng dengan api kecil dan ditambahkan dengan kelapa dan juga gula merah. Sasagun juga
biasa diperkaya dengan
rasa nanas,
durian, kacang, atau
sesuai selera. Biasanya camilan
ini hadir saat hari-hari besar seperti Natal dan tahun
baru.
- Sambal andaliman.
Rasa sambal ini begitu khas karena rasa pedas dari andaliman atau yang biasa dikenal sebagai merica Batak
ini
begitu kuat. Sambal andaliman
memiliki aroma seperti jeruk dan
rasa
pedas yang getir. Buah andaliman bagi orang Batak adalah rempah wajib untuk masuk dalam masakan. Selain
andaliman, cabai rawit dan
keriting juga ikut menambah rasa pedas di dalamnya.
- Dali ni horbo.
Dali ni horbo adalah olahan
susu kerbau yang
dimasak hingga membentuk gumpalan
seperti keju. Olahan ini tak melalui proses kimia sama sekali lho, melainkan diolah secara
tradisional. Penggunaan susu kerbau juga hanya diambil dari induk kerbau yang baru melahirkan selama satu bulan. Cara mengolah dali ni horbo ini cukup sederhana, susu kerbau dimasak dengan
air dengan suhu
sedang,
dan dipanaskan hingga mengental.
Biasanya olahan ini dicampur dengan
air nanas atau air perasan
daun pepaya untuk
menghilangkan bau
amis.
- Na tinombur
Na tinombur merupakan salah satu makan
khas
Batak Toba yang berasal dari Sumatera Utara. Olahan
ini
biasa menggunakan ikan mas, ikan lele, atau ikan mujair. Cara memasaknya dengan
dibakar dan
dilumuri berbagai bumbu
khas.
Tak lupa menggunakan campuran andaliman khas Batak hadir dalam olahan ini.
LABUAN BAJO
Labuan Bajo merupakan salah satu kota yang
berada di kecamatan Komodo, Kabupaten
Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur,
Indonesia. Kota Labuan Bajo juga merupakan
ibu
kota dari kecamatan Kecamatan Komodo dan ibu kota Kabupaten
Manggarai Barat. Sedang diwacanakan pengembangan Kota Labuan Bajo.
Sejarah Labuan Bajo:
Labuan Bajo pada awalnya merupakan salah satu desa dari 19 desa dan kelurahan yang ada
di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai,
Nusa Tenggara Timur (NTT). Sekarang, Labuan
Bajo telah dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo. Penggunaan nama dan sejarah Labuan
Bajo
tidak lepas
dari
Flores – pulau Cabo de Flores
dalam bahasa Portugis. Cabo de Flores
bermakna
Tanjung
Bunga, diberikan oleh S.M. Cabot untuk menyebut wilayah timur Flores. Sejak 1636,
nama
Flores kemudian dipakai secara resmi oleh Gubernur Jenderal
Hindia Belanda Hendrik
Brouwer. Nama asli dari Flores adalah Nusa Nipa yang berarti Pulau Ular. Dari sudut antropologi,
nama
ini lebih baik
karena bermakna filosofis dan kultural.
Catatan tertua yang menyebut nama Labuan Bajo terdapat dalam sebuah laporan berjudul
Koloniale Jaarboeken Maandschrift tot Verspreiding
van Kennis der Nederlansche en
Buitenlandsche Overzeesche Besittingen oleh Jacques
Nicolas
Vosmaes di tahun 1862. Laporan
tersebut menjelaskan dalam artikel tahun 1833 dilaporkan sebuah perjalanan laut menuju ‘Laboean Badjo’. Secara bahasa,
Labuan Bajo memiliki arti tempat berlabuhnya suku
Bajo. Suku bangsa ini merupakan kelompok etnis nomaden di laut, tidak heran jika banyak yang menyebutnya dengan Gipsi Laut.
Mereka berasal dari Kepulauan
Sulu
di Filipina yang bermigrasi ratusan tahun lalu ke Sabah
dan seluruh penjuru
dunia, bahkan hingga ke Kepulauan
Madagaskar.
Labuan Bajo menjadi gerbang masuk menuju Taman Nasional Komodo. Habitat bagi naga purba
langka di bumi. Telah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO pada 1991, bersama
Candi Borobudur. Pesona lain
dari Labuan
Bajo
adalah pantai berpasir putih dan pink,
serta keindahan
bahari bawah
lautnya yang cocok untuk
snorkeling dan diving.
Pusat perdagangan; sejak dulu Mbajo
(sebutan oleh orang lokal) merupakan tempat
berlabuhnya para pedagang dari Makassar (Bajo dan Bugis), hingga dibangunnya Dermaga Ferry, Pelabuhan
PELNI
Pusat Pariwisata; tempat-tempat pariwisata banyak terdapat di Labuan Bajo, antara
lain;
Pantai Pede, Pantai Gorontalo, Puncak Waringin, Gua Batu Cermin, dan beberapa
objek wisata pantai di pulau-pulau
sekitar Labuan Bajo, seperti; Wae Cicu, Pulau Bidadari,
Batu
Gosok/Kanawa, dan
Taman Nasional Komodo, Pulau
Padar, Pulau Sebayur, Pulau Rinca, Siaba, Taka Makasar,
Gili Lawa, Manta Point,
Pulau
Kalong, Manjarite, Pink Beach/Long
Beach
Rekomendasi Tempat Kuliner
sekitar Labuan
Bajo:
- Seafood
Kampung
Ujung
Beragam pilihan
seafood yang bisa anda coba adalah ikan kerapu, kepiting, udang, cumi, hingga lobster. Cara memasaknya beragam, anda bisa memilihnya sesuai selera. Bisa dibakar,
digoreng asam manis, dan lain-lain. Selain makan seafood yang lezat, anda juga bisa memesan jus
segar di sana. Ada banyak pilihan sayuran dan buah-buahan segar yang bisa anda pilih. Alamat:
Jl. Ikan Kerapu Kampung
ujung, Labuan Bajo, Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Tim. 86754
- Kellan Eat First
Restoran ini terlihat sederhana, dihiasi dengan meja dan kursi kayu. Makanan yang bisa anda
coba
di sana yaitu makanan khas Indonesia sampai ke makanan khas western. Menurut beberapa survey, makanan khas di sana yaitu ikan saus
kellan yang menggunakan bumbu pedas
manis, capcay, sapo tahu, cumi telor asin dan udang
asam manis. Selain menu makanan favorit,
ada
juga pilihan makanan lainnya seperti sop buntut dan sup kepiting asparagus. Alamat: Jln Mgr.
Van
Beekum, Labuan Bajo,
Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,
Nusa Tenggara Timur.
- Artomoro
Restaurant and Grill
Anda bisa mencoba makanan enak dengan harga terjangkau di sini. Makanan yang
bisa
dinikmati, antara lain, yaitu makanan
tradisional Indonesia seperti kangkung belacan, sup
bayam, dan seafood. Jika ingin mencoba sensasi yang
baru, atau bosan dengan yang itu-itu melulu,
pesanlah makanan cita rasa western food. Ada roti dengan omelette ataupun berbagai pilihan pasta. Yang pasti, pilihan menu di Artomoro
ini
sangat banyak. Mencoba mengakomodir semua keinginan para customernya. Alamat: Jl. Soekarno Hatta, Labuan Bajo, Komodo, Kabupaten Manggarai Barat,
Nusa Tenggara Tim.
86754
BOROBUDUR
Candi Borobudur
atau yang disingkat adalah sebuah
candi Buddha yang terletak di
Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah
barat daya Semarang, 86 km
di sebelah
barat Surakarta,
dan
40 km di sebelah barat laut Yogyakarta.
Candi dengan
banyak stupa ini didirikan oleh
para
penganut agama Buddha Mahayana sekitar
tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur
adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.
Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat
Buddha yang
datang
dari
seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur
untuk memperingati Trisuci Waisak. Terkait kepariwisataan,
Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Pada 11 Februari 2022, pemerintah meresmikan status Candi Borobudur
kembali sebagai tempat peribadatan umat
Buddhis di Indonesia dan
dunia.
Fungsi Candi Borobudur:
- Sebagai tempat bersejarah
- Tempat wisata keagamaan
- Tempat untuk mengembangkan
ilmu pengetahuan dan
sejarah
- Bisa dipakai tempat penelitian matematika, seperti menghitung stupa
- Tempat ibadah umat Buddha
Sejarah Candi Borobudur, Mengutip jurnal Pesona Candi Borobudur Sebagai
Wisata
Budaya Di Jawa Tengah karya Reza Ayu Dewanti, candi Borobudur merupakan
peninggalan
dinasti Syailendra. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana. Bangunan
ini dibentuk sekitar abad ke-8 pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi Borobudur
termasuk kuil Buddha terbesar
di dunia. Tujuan
dibangun Candi Borobudur untuk
memuliakan raja-raja Syailendra
(775-850 M) yang telah bersatu kembali dengan dewa yang menjadi asal beliau. Candi dibangun sebagai ungkapan nyata dan rasa hormat
mendalam pada leluhur. Selain
itu,
bangunan candi dipakai sebagai kesadaran terhadap kebesaran agama. Dari skripsi berjudul
Relasi
Makna Simbol Candi Borobudur Dengan Ajaran Buddha, pembuat candi Borobudur
bernama Gunadarma.
Candi ini dibangun dalam 5 tahapan:
1. Tahap pertama (780 Masehi) Pembangunan awal dilakukan di atas bukit. Bagian bukit
diratakan dan pelataran diperluas. Tidak
semua bahan pembuat candi dari batu andesit. Proses pembangunan bukit memakai tanah yang dipadatkan dan ditutup struktur batu.
Struktur batu ini menyerupai cangkang dan membungkus bukit tanah. Sementara itu sisa
bagian bukit ditutup struktur batu lapis
demi
lapis. Awal pembangunan candi disusun
bertingkat seperti piramida berundak.
2. Tahap kedua dan ketiga (792 Masehi) Tahap kedua, terdapat penambahan dua undakan
berbentuk persegi.
Bagian
pagar langkan dan
satu
undak melingkar di atasnya.
Bagian
undak memiliki stupa tunggal yang
besar. Bagian ketiga terjadi perubahan rancangan bangunan. Bagian undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk dibongkar. Stupa
diganti tiga undak lingkaran, sementara stupa-stupa kecil dibangun berbaris melingkar
pada
pelataran undak-undak. Stupa besar berada di bagian
tengah.
3. Tahap Keempat (824 Masehi) dan
kelima 833 Masehi Bangunan
candi mengalami
perubahan kecil,
seperti penambahan
pagar
langkan terluar,
penyempurnaan relief, perubahan
tangga,
pelebaran ujung kaki, dan pelengkung atas gawang pintu.
Sejarah Candi Borobudur Ditelantarkan Candi Borobudur
sempat ditelantarkan sekitar 928 dan 1006. Ketika itu Raja Mpu Sindok memindahkan ibu kota kerajaan Medang ke kawasan Jawa
Timur. Perpindahan ibu
kota itu karena terjadi letusan gunung
berapi dan candi Borobudur akhirnya ditinggalkan. Sekitar tahun 1.365, Mpu Prapanca dalam naskah Nagarakretagama ditulis
ketika kerajaan
Majapahit.
Dalam naskah tersebut dia menyebutkan "Wihara di Budur"
Sejarah Penemuan Kembali Candi Borobudur Candi Borobudur
ditemukan pada
1814, ketika Indonesia tengah dijajah Inggris. Penemu candi tersebut adalah Sir Thomas Stanford Raffles
ketika mengunjungi Semarang. Dia mendapat laporan temuan batu-batu berukir di bukit sekitar desa Bumisegoro, Karesidenan Magelang. Bukit tersebut diyakini sisa-sisa bangunan
candi yang
disebut budur. Raffles kemudian mengutus
asistennya, Cornelius
mengadakan penelitian.
Cornelius akhirnya melakukan penelitian pada 1814. Pembersihan besar-besaran dilakukan
dengan mengerahkan
tenaga kerja kurang dari 200 orang. Pekerjaan
pembersihan dilakukan selama beberapa tahun
mulai dari 1817, 1825,
dan 1835.
Pemugaran Candi Borobudur
Candi Borobudur telah
dipugar beberapa kali. Pemugaran
Candi Borobudur dilakukan
pertama kali oleh Th. Van Erp
dari
tahun 1907 sampai 1911. Pemugaran kedua dilakukan pemerintah Indonesia yang
bekerjasama dengan UNESCO.
Pengerjaan pemugaran kedua ini berlangsung dari tahun 1973 sampai 1983.
Wisata kuliner khas di wilayah Borobudur:
- Dapoer Gending Borobudur menjadi salah satu tempat untuk menikmati kuliner enak dekat Borobudur. Tempat makan yang
satu
ini
dapat Anda kunjungi di Jalan
Pramudyawardhani Nomor 19, Borobudur, Kecamatan Borobudur,
Magelang, Jawa Tengah. Dapoer Gending
Borobudur dikenal menawarkan berbagai menu lezat dan menarik untuk dicoba
diantaranya
berbagai mie,
ikan bakar, ayam bakar, dan banyak pilihan menu lainnya. Menu-menu tersebut
disajikan dengan bumbu lezat serta harga yang
cukup terjangkau. Pengunjung juga akan dimanjakan dengan tempat yang nyaman serta pelayanan yang ramah. Saat berlibur ke kawasan Borobudur,
tidak
ada
salahnya untuk
menyempatkan mampir ke tempat makan yang satu ini.
- Mangut Beong Asli Borobudur. Kuliner yang satu ini dapat Anda coba di Jalan Pangeran
Diponegoro
Nomor 444, Kanggaan,
Wringinputih, Kecamatan Borobudur,
Magelang, Jawa
Tengah. Pengunjung
akan dimanjakan dengan lezatnya kuliner khas yakni mangut beong. Pernah mencoba letaknya kuliner yang satu ini? Mangut beong dijual dengan harga mulai dari Rp 30.000,-
hingga Rp 60.000,- per porsi. Anda dapat mencoba lezatnya hidangan yang satu ini bersama
dengan satu porsi nasi hangat. Saat berkunjung
ke kawasan Borobudur, mangut beong tentu menjadi kuliner
yang tidak
boleh Anda lewatkan.
- Tempe Mendoan Jumbo Borobudur. Kuliner yang
satu ini sekilas memang
tampak sederhana,
tetapi menawarkan cita rasa lezat dan diminati oleh
semua kalangan,
Tempe Mendoan
Jumbo Borobudur dapat Anda kunjungi di daerah Ngaran, Kecamatan Borobudur, Magelang, Jawa
Tengah. Sesuai dengan namanya, Anda akan dimanjakan dengan lezatnya kuliner tempe mendoan berukuran jumbo atau
lebih besar dari tempe mendoan pada umumnya. Kuliner yang
satu ini
disajikan
bersama dengan
sambal yang khas. Perpaduan sedapnya sambal dan
gurihnya tempe
mendoan tentu
sayang untuk tidak Anda coba.
- Sop Senerek. Salah satu
tempat untuk
menikmati lezatnya kuliner ini adalah
di Sop
Senerek Iga Sapi dan Nasi Rames Banar yang berlokasi di Jalan Soekarno-hatta nomor 288,
Deyangan, Kecamatan
Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Anda akan dimanjakan
dengan lezatnya kuliner unik yang
satu ini. Sop dengan kuah bening
dengan potongan daging
empuk di dalamnya tentu sangat menggugah
selera untuk
dicoba. Selain potongan daging,
sup
yang satu
ini juga memiliki isian wortel dan sayuran lainnya. Saat berkunjung ke kawasan Borobudur, Sop
Senerek Iga Sapi dan Nasi Rames Banar
menjadi rekomendasi tempat makan yang cocok untuk Anda pilih.
- Nasi Lesah merupakan hidangan yang banyak diminati oleh warga lokal maupun wisatawan. Hidangan yang satu ini memiliki tampilan yang
cukup sederhana dan sekilas tampak
mirip dengan soto. Yang membedakan kuliner ini dengan soto adalah kuahnya yang menggunakan santan kelapa. Oleh karena itu, hidangan yang
satu ini dikenal memiliki tekstur kuah yang
kental
dan sedap.
Kuliner ini tentu
sangat cocok disantap
bersama dengan satu porsi nasi hangat.
- Sego
Godog. Kuliner yang satu ini sudah sangat populer sehingga Anda harus mengantri
jika
ingin mencobanya. Sego godog memiliki tampilan berupa nasi yang direndam dengan kuah
pedas yang
kaya akan rempah-rempah. Satu porsi sego godog
juga dilengkapi dengan suwiran ayam,
telur, wortel, kol, seledri,
dan juga bawang. Perpaduan berbagai isian
dengan kuah yang
lezat menjadikan kuliner
yang satu
ini
sangat menarik
untuk dicoba.
- Kupat Tahu. Sesuai dengan namanya, kuliner yang satu ini memiliki bahan utama yakni ketupat dan tahu. Isian lain yang ditawarkan diantaranya kol, gorengan lokal, dan juga mi. Setelah semua isian siap dan sudah dipotong-potong, kupat tahu kemudian dengan sambal kacang yang
khas. Anda akan dimanjakan dengan cita rasa pedas gurih yang ditawarkan saat mencoba lezatnya
kupat tahu.
- Tahu
bacem. Kuliner
yang
satu
ini
dibuat dengan menggunakan bahan utama tahu. Tahu diolah dengan
cara
direndam dengan berbagai bumbu dan direbus.
Proses selanjutnya adalah
dengan cara menggoreng tahu hingga berwarna kecoklatan.
Tahu
bacem menawarkan cita rasa lezat serta tekstur yang khas. Anda dapat menikmatinya langsung maupun dipilih sebagai lauk dan
dikonsumsi bersama dengan
nasi hangat.
- Wedang Kacang, hidangan ini tentu saja menawarkan sensasi hangat bagi siapapun yang mengkonsumsinya. Oleh karena itu, wedang
kacang sangat cocok dinikmati saat cuaca sedang dingin. Kuliner khas yang satu ini dapat Anda nikmati dengan harga yang cukup terjangkau. Anda
akan dimanjakan dengan kuah yang lezat serta adanya bola-bola yang dibuat dari kue beras. Tidak hanya itu, hidangan yang satu ini juga memiliki bahan utama kacang
polong yang
diolah dengan cara direbus bersama gula batu
dan gula merah.
- Es Krim Mahkota. Es krim yang satu ini sudah ada sejak tahun 1945 dan banyak diburu oleh warga lokal maupun wisatawan hingga saat ini. Anda akan dimanjakan dengan tekstur es krim
yang lembut serta es krim roti yang berwarna-warni. Mengunjungi tempat yang satu ini tentu
sangat menarik untuk
dicoba setelah lelah
berjalan-jalan di kawasan
Borobudur. Anda akan dimanjakan dengan
sensasi dingin dan
juga lega di tenggorokan.
Cara Menuju Lokasi:
-Bus dari Yogyakarta
Dari Yogyakarta, Anda perlu menuju terminal bus Jombor untuk menaiki bus jurusan Borobudur.
Jika Anda berada di dalam kota,
anda
dapat menaiki bus Trans Jogja jurusan terminal Jombor.
Bus Jurusan Borobudur biasanya berukuran lebih kecil daripada bus
antar kota antar provinsi dengan
harga sekitar Rp 10.000. Waktu
tempuh biasanya sekitar
1 jam.Setelah
sampai di terminal Borobudur
anda dapat melanjutkan perjalanan dengan becak, dokar,
atau berjalan
kaki.Namun,
jika anda berada di Yogyakarta International Airport (YIA), Anda bisa menaiki bus
Damri jurusan bandara - Borobudur
langsung.
-Kendaraan
Pribadi dari Yogyakarta
Jalan utama menuju Borobudur
dari
Yogyakarta adalah
melalui Jalan Magelang.
Untuk menuju jalan Magelang
anda
dapat menuju terminal bus Jombor. Dari Jombor bergeraklah ke arah utara menuju Kota Magelang. Setelah sekitar 40 km, anda akan menemui Tugu Bambu Runcing
Muntilan.
Tak lama setelah
tugu,
anda
akan bertemu pertigaan Palbapang (Mungkid Magelang), ambil arah kiri. Jarak Palbapang sampai Borobudur sekitar
10 km. Candi Mendut sekitar 4,5 km.
-Bus Dari Semarang
Dari terminal bus semarang, naik
bis
jurusan Jogja / Magelang.
Anda dapat turun di beberapa tempat seperti di Terminal Bus Magelang, atau persimpangan
Blondo (pertigaan antara Mertoyudan dan Blabak), atau persimpangan Palbapang (pertigaan antara Blabak dan Muntilan). Dari situ
anda
bisa melanjutkan perjalanan menuju terminal Borobudur dengan menggunakan bus arah Borobudur. Jarak Semarang-Borobudur sekitar 90 km, waktu tempuh
sekitar
3,5 jam.
LIKUPANG
Sejarah munculnya Likupang yaitu
bermula dari suatu
tempat pemukiman yang terletak
ditepian sungai (DAS; daerah aliran sungai) yang mengairi ujung
tanah Tounsea. Sungai ini
bermuara ke laut utara pulau Sulawesi. Sungai ini posisinya menghadap ke beberapa
pulau, yaitu pulau
Bangka,
pulau Gangga, pulau
Talise, pulau
Kinabuhutang, pulau Lihaga dan
pulau
Tindila. Tempat bermuara sungai itu ada diarea yang
disebut Marawuwung. Adanya proses alam menyebabkan perpindahan aliran sungai tersebut dan muaranya ke tempat
seperti yang ada sekarang ini. Keberadaan sungai ini membuat sekelompok orang
dari daerah
pegunungan dan hutan
datang dan mendiami daerah tepiannya.
Keunikan daerah
likupang:
- Tempat Turunnya Bidadari
Legenda setempat mengatakan bahwa Likupang merupakan tempat turunnya para bidadari. Hal ini berasal dari legenda Tumetenden dari para leluhur Tou Tonsea,
etnik
Minahasa Sulawesi Utara. Likupang
memang pantas menjadi rumah bidadari karena keindahannya, apalagi belum
banyak
orang yang bisa menjamahnya.
- Lokasi Side Event W20 Indonesia
Likupang terpilih
menjadi lokasi side event
W20 pada
14-16
Februari 2022. W20
Presidensi Indonesia merupakan bagian dari perhelatan G20 yang
membahas kesetaraan gender.
Perhelatan ini akan mengantar peserta ke beberapa tempat wisata seperti Pantai Sampirang, Pantai Pulisan dan Ekowisata Bahoi. Likupang menjadi tempat side
events W20 bersama
dengan Batu,
Banjarmasin,
Manokwari, Danau Toba, dan Denpasar.
- Kawasan
Ekonomi Khusus
Likupang resmi menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berdasar PP no.84 Tahun 2019.
Kegiatan utamanya yang dikembangnkan di KEK Likupang ada pada industri pariwisata. Selain pesona pesisir pantainya, Likupang menyimpan keindahan pemandangan bawah laut dengan
berbagai biota dan terumbu
karang. Pada beberapa kesempatan, pemerintah
setempat pun mengadakan
event untuk mengenalkan pesona bawah
laut
likupang yang indah dan
belum
terjamah. Lokasinya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Sam Ratulangi dan pelabuhan Bitung membuat KEK Likupang cocok dijadikan
resort dan wisata budaya.
KEK Likupang diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp.5T dan
diproyeksikan dapat
menyerap
tenaga kerja sebanyak
65.300 tenaga kerja hingga tahun 2040.
- Pengembangan Infrastruktur
di Likupang
Pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Likupang masih didorong dengan
peningkatan kualitas infrastruktur jalan, air bersih, hingga listrik yang
memadai. Kendala kurangnya kualitas jaringan internet
masih diusahakan Kemenparekraf/Baparekraf dengan
menjalin komunikasi
lintas kementerian dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi
(Kemenkominfo) untuk menghadirkan jaringan yang stabil di Likupang. Selain infrastruktur,
pemerintah juga melakukan sosialisasi zero waste lifestyle guna mendukung konsep sustainability
tourism di Likupang.
- Destinasi Super
Prioritas
Likupang terpilih menjadi Destinasi Super Prioritas Indonesia karena memiliki pesona dan keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan
tempat wisata lainnya. Meski masih perawan,
sejak ditetapkan menjadi Destinasi Super Prioritas Likupang pelan-pelan mulai berbenah diri dengan memebangun berbagai fasilitas bagi wisatawan. Likupang
akan menjadi surga bagi para pecinta diving dengan menawarkan
berbagai spot untuk menyelam.
Tempat wisata di likupang:
- Desa Bahoi, Desa Bahoi merupakan desa ekowisata yang berada di Kecamatan Likupang
Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Butuh waktu sekitar 1,5 jam menggunakan mobil
dari
Bandara Sam Ratulangi menuju desa ini. Desa Bahoi punya beragam tempat wisata, mulai
dari
hutan bakau hingga keindahan alam bawah lautnya yang mempesona.
- Desa wisata Pulisan, Salah satu desa wisata yang
menawarkan paket wisata laut yang
lengkap adalah Desa Pulisan. Berlokasi di Kecamatan Likupang
Timur, Kabupaten Minahasa
Utara, Provinsi Sulawesi Utara, desa ini terletak di jantung Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK)
Pariwisata Likupang. Adapun jaraknya sekitar 48 kilometer (km) dari
Bandar Udara Sam
Ratulangi Manado.
- Pantai Pulisan, Untuk bisa sampai di Pantai Pulisan, kamu harus menempuh perjalanan
darat selama sekitar dua jam dari Kota Manado. Meski cukup jauh, semua terbayar oleh eksotisme
pantai berpasir putih ini. Selain terumbu karang beraneka warna, di sekitar pantai
juga terdapat
bukit padang
sabana yang memiliki suasana menyejukkan. Daya tarik wisata pantai ini semakin lengkap berkat keberadaan Gua Pulisan yang bersinggungan langsung dengan laut. Di sekitar goa, bisa dijumpai tebing
bebatuan dan Cagar Alam Tangkoko Dua Saudara. Cagar alam tersebut
adalah
habitat satwa langka yang dilindungi,
seperti yaki atau
monyet wolai,
dan burung maleo.
- Pantai Paal, Ini adalah pantai yang terdekat dari Manado. Lokasinya berada di Desa Marinsow,
Likupang Timur. Selain menikmati keindahan panorama laut birunya, Pantai Paal juga
menyajikan
sensasi bersantap makanan khas Manado
di tepi pantai berpasir putih ini.
- Pulai Lihaga, Pulau seluas delapan hektar ini tidak berpenghuni. Kendati demikian, Pulau Lihaga menyimpan daya tarik tersendiri, termasuk pasirnya yang
halus dan putih. Tak hanya itu,
ada
pula sejumlah fasilitas yang
bisa digunakan oleh wisatawan, seperti kamar
mandi dan tempat
duduk untuk bersantai. Hal menarik lainnya adalah
pantai di pulau ini memiliki air biru kehijauan dengan ombak tenang, sehingga cocok untuk berenang dan berburu foto bawah laut. Bila ingin
berkunjung ke Pulau Lihaga, kamu
bisa berangkat dari Dermaga Serai di Likupang
Barat.
Kuliner khas Likupang
- Bubur Tinutuan, Bubur tinutuan
merupakan makanan khas yang sangat identik dengan
kuliner Sulawesi Utara. Masyarakat ada yang menyebut bubur ini sebagai bubur Manado. Namun,
bubur ini ngga hanyak ada di Manado lho, melainkan
di daerah-daerah lain di Sulawesi Utara,
termasuk Likupang. Dalam satu
porsi bubur tinutuan, Sobat Pesona nggak
hanya mendapatkan bubur, tapi juga beragam sayuran
segar. Sebut saja kangkung, bayam, kemangi,
pipilan
jagung, ubi, dan labu kuning. Sebagai pelengkap, biasanya akan ada cakalang atau cacahan daging sapi
yang ditaburkan di atas bubur. Sudah terbayang belum gimana rasanya? Ya, kurang lebih akan ada
rasa gurih dan
sedikit rasa manis dari labu kuning
yang sudah tercampur dengan
bahan lainnya.
- Pisang Goroho
dan
Sambal Roa, untuk yang kurang suka makan bubur di pagi hari, coba
sarapan yang
lebih ringan saja yaitu pisang goroho yang dicocol dengan sambal roa. Pisang
ini beda dari pisang
pada
umumnya. Jenis pisang
ini
hanya tumbuh di Sulawesi Utara. Bentuknya
panjang
dan
ramping. Pisang
ini
diolah dengan cara diiris tipis lalu digoreng. Namun, ada juga yang digoreng dengan baluran tepung Teksturnya akan mirip dengan keripik pisang tetapi dimakan
dengan sambal. Sebagai pendamping pisang goroho dan sambal roa, masyarakat lokal biasanya menyeduh secangkir kopi, teh, atau
minuman hangat lainnya. Penjual pisang goroho juga cukup
mudah ditemukan. Ada banyak pedagang di pinggir jalan dan pinggir pantai yang
menjajakan makanan
khas ini.
- Panada, Kalau dilihat sekilas bentuknya mirip dengan pastel. Namun, keduanya adalah
camilan yang
berbeda. Panada merupakan roti goreng yang memiliki isian ikan cakalang
yang sudah disuwir-suwir kecil. Ikan tersebut juga sudah dibumbui dengan bawang merah, cabai,
kemangi, daun bawang, dan
daun jeruk.
- Lalampa, Satu lagi makanan khas Sulawesi Utara yang
menggunakan ikan cakalang sebagai bahan untuk
mengolahnya. Namanya lalampa. Sudah pernah dengar? Lalampa ini mirip dengan lemper kalau di Jawa. Terbuat dari ketan dan dibungkus dengan daun pisang juga. Namun,
ada
beberapa hal yang
membedakan. Pertama, isian lalampa berupa ikan cakalang. Kedua, selain dikukus,
lalampa juga harus dibakar. Sebelum dibakar, lalampa diolesi dengan minyak sayur
sehingga aromanya dan rasanya akan
lebih
kuat.
- Nasi Kuning, Menu ini kayaknya sudah nggak asing bagi lidah dan perut karena mudah ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Terus apa ya yang membedakan nasi kuning
di Likupang dengan nasi kuning di tempat lain? Perbedaannya ada pada pelengkap nasi yaitu sambal dan ikan cakalang. Sambal dibuat dari campuran bawang
merah,
bawang putih,
cabai, dan gula merah atau gula batu khas Sulawesi Utara. Kehadiran gula batu itulah yang
membuat rasa nasi kuning ini
berbeda. Kalau Sobat Pesona membeli nasi kuning untuk dibawa
ke
hotel
atau
penginapan, bukan dimakan di tempat, biasanya akan dibungkus dengan daun woka atau daun
lontar.
Daun
tersebut akan menambahkan aroma dan
rasa tersendiri bagi nasi kuning.
- Binte Buluhuta, Makanan
khas
yang terakhir adalah binte biluhuta atau
dalam Bahasa
Indonesia dapat diartikan sebagai jagung yang disiram. Menu ini terbuat dari jagung,
cabai, tomat, udang
kering, parutan kelapa, dan air perasan jeruk. Rasanya pedas, manis, dan gurih yang
bercampur menjadi satu.
Komentar
Posting Komentar